July 05, 2021

Ditendang Ke Marseille, Matteo Guendouzi Justru Cemaskan Arsenal

Matteo Guendouzi berkata ia mencemaskan situasi di Arsenal setelah The Gunners menjalani musim yang menyedihkan.

Arsenal akan absen dari kompetisi Eropa pada musim 2021/22 setelah finis kedelapan di Liga Primer musim lalu dan hanya bisa mencapai semi-final Liga Europa.

Anak asuh Mikel Arteta kini mengincar musim yang lebih baik di Liga Inggris dan Guendouzi berharap mereka bisa finis empat besar demi kembali ke Liga Champions.

“Melihat klub gagal lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun sungguh perih. Itu sangat mempengaruhi saya secara emosional,” ujar Guendouzi kepada Bild.

“Arsenal adalah tim besar di Eropa yang pantas berada di Liga Champions setiap tahunnya. Itu normal bagi saya, sebuah institusi seperti ini pantas mendapat yang terbaik.”

“Arsenal harus kembali ke tempatnya. Saya tidak tahu alasan kegagalan mereka karena saya tidak ada di sana musim lalu. Tapi saya mencemaskan situasi klub karena Arsenal pantas mendapatkan hal-hal baik.”

“Dari lubuk hati yang terdalam, saya adalah seorang Gunner dan akan selalu begitu.”

Gelandang asal Prancis yang bergabung ke Arsenal dari Lorient 2018 lalu itu menghabiskan musim lalu di Hertha Berlin sebagai pemain pinjaman dan sepertinya tidak akan kembali ke London Utara musim depan.

Ia alih-alih tinggal selangkah lagi sebelum menyelesaikan transfernya ke kampung halaman demi bergabung dengan Marseille, William Saliba yang sesama pemain Arsenal diprediksi akan menyusul.

“Impian saya adalah untuk mengembangkan diri saya di level tertinggi dan memenangkan gelar dalam jumlah maksimal,” ujar pria 22 tahun itu.

“Saya seorang kompetitor yang rakus akan gelar. Saya ingin bertemu dengan juara terhebat sebagai rekan satu tim dan sebagai lawan, menghidupi mimpi saya, bekerja keras untuk memenuhi ekspektasi saya.”

“Saya masih dikontrak Arsenal dan kami memiliki kewajiban bagi satu sama lain. Ada ketertarikan dari klub yang berasal dari liga lain.”

“Saat ini saya 100 persen fokus ke kesembuhan saya. Jika saatnya tiba, saya akan memutuskan bersama penasehat saya dan ayah saya apa langkah yang harus kami ambil.”